There’s nothing I can say to you
Nothing I could ever do to make you see
What you mean to me
All the pain the tears they cry
Still you never said goodbye and now I know how far you’d go
I know I let you down but its not like that now
This time I’ll never let you go
I will be all that you want and get my self together
Cause you keep me from falling apart
All my life I’ll be with you forever
To get you through the day and make every thing OK
I thought that I had every thing I didn’t know what life could bring
But now I see honestly
You’re the one thing I got right
The only one I let inside
Now I can breathe cause your here with me
And if I let you down I’ll turn it all around
Cause I would never let you go
I will be all that you want and get my self together
Cause you keep me from falling apart
All my life I’ll be with you forever
To get you through the day and make every thing OK
Cause with out you I can’t sleep
I’m not gonna ever ever let you leave
You’re all I got
You’re all I want
Yeah
And with out you I don’t know what I’ll do
I could never ever live a day with out you
Here with me do you see your all I need
And I will be all that you want and get myself together
Cause you keep me from falling apart
All my life (my life) I will be with you forever
To get you through the day and make every thing OK
I will be (I’ll be) all that you want and get my self together
Cause you keep me from falling apart
And all my life you know I will be with you forever
To get you through the day and make every thing OK
Mey Safitri
Selasa, 28 Mei 2013
MAKALAH KORNSEP DASAR STRATEGI PEMBELAJARAN
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Seorang calon pendidik hanya dapat melaksanakan tugasnya dengan baik jika memperoleh
jawaban yang jelas dan benar tentang apa yang dimaksud pendidikan. Jawaban yang
benar tentang pendidikan diperoleh melalui pemahaman terhadap unsur-unsurnya,
konsepdasar yang melandasinya, dan wujud pendidikan sebagai sistem..
Ketika semua unsur pendidikan
mengetahui perannya masing- masing, maka ini akan mempermudah dalam menggapai
tujuan dari pendidikan tersebut. Namun, sekedar mengetahui bukanlah hal yang
dianggap cukup. Kesadaran akan pengaplikasian yang penuh keikhlasan adalah
sesuatu yang lebih penting karena dalam mendidik dibutuhkan seorang pendidik
yang tangguh dan penuh kesabaran dalam menyalurkan segala ilmu yang ia punya.
Semua unsur- unsur dalam
pendidikan haruslah saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Ini dikarenakan
banyak hal yang dapat mengakibatkan suatu proses pembelajaran. Pada saat ini
banyak sekali seorang pendidik yang tidak patuh pada peraturan yang berakibat
melemahnya suatu misi untuk mencapai visi secara maksimal.
B. Rumusan Masalah
Adapun
perumusan masalah dari makalah ini yaitu sebagai berikut :
1.
Apa yang dimaksud dengan strategi pembelajaran ?
2.
Apa saja pendekatan,strategi,metode,teknik dan model
pembelajaran ?
3.
Apa saja klasifikasi strategi pembelajaran ?
4.
Apa saja komponen strategi pembelajaran ?
C. Tujuan
Adapun
tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu sebagai berikut :
1.
Dapat mengetahui apa yang di maksud dengan strategi
pembelajaran
2.
Dapat mengetahui apa saja
pendekatan,strategi,metode,teknik dan model pembelajaran
3.
Dapat mengetahui klasifikasi strategi pembelajaran
4.
Dapat mengetahui komponen strategi pembelajaran
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi
pembelajaran merupakan suatu serangkaian rencana kegiatan yang termasuk
didalamnya penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan
dalam suatu pembelajaran. Strategi pembelajaran disusun untuk mencapai suatu
tujuan tertentu. Strategi pembelajaran didalamnya mencakup pendekatan, model,
metode dan teknik pembelajaran secara spesifik.
1. Hamzah B. Uno (2008:45)
Strategi pembelajaran merupakan hal
yang perlu diperhatikan guru dalam proses pembelajaran.
2. Dick dan Carey (2005:7)
Strategi
pembelajaran adalah komponen-komponen dari suatu set materi termasuk aktivitas
sebelum pembelajaran, dan partisipasi peserta didik yang merupakan prosedur
pembelajaran yang digunakan kegiatan selanjutnya.
3. Suparman (1997:157)
Strategi
pembelajaran merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara mengorganisasikan
materi pelajaran peserta didik, peralatan dan bahan, dan waktu yang digunakan
dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah
ditentukan.
4. Hilda Taba
Strategi
pembelajaran adalah pola atau urutan tongkah laku guru untuk menampung semua
variabel-variabel pembelajaran secara sadar dan sistematis.
5. Gerlach dan Ely (1990)
Strategi
pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan metode
pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu.
6. Kemp (1995)
Strategi
pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan
siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
7. Menurut
J.R. David dalam Teaching Strategies for College Class Room(1976) ialah aplan,
method, or series of activities designe to achicves a particular educational
goal(P3G, 1980).
Menurut pengertian ini
strategi belajar-mengajar meliputi rencana, metode dan perangkat kegiatan yang
direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu.
Kompetensi Supervisi Akademik merupakan salah satu
kompetensi yang harus dimiliki oleh para pengawas satuan pendidikan. Kompetensi ini berkenaan
dengan kemampuan pengawas dalam rangka pembinaan dan pengem-bangan kemampuan
guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan bim-bingan di sekolah/satuan
pendidikan.
Secara spesifik pengawas satuan pendi-dikan
harus memiliki kemampuan untuk membantu guru dalam mengembangkan
strategi pembelajaran, serta dapat memilih strategi yang tepat dalam ke-giatan
pembelajaran.Strategi merupakan usaha untuk memperoleh kesuksesan dan keberhasilan
dalam mencapai tujuan. Dalam dunia pendidikan strategi dapat diartikan sebagai a
plan, method, or series of activities designed to achieves a particular educational
goal yaitu dapat
diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang
didesainuntuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Strategi pembelajaran
merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan
pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang disusun
untuk mencapai tujuan tertentu.
Jadi,Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dengan tujuan
proses pembelajaran yang berlangsung di kelas dapat mencapai tujuan (goals)
secara efektif dan efisien.
B.
Pendekatan,Strategi,Metode,Teknik
dan Model Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah:
(1) Pendekatan pembelajaran (2) Strategi pembelajaran (3) Metode pembelajaran
(4) Teknik pembelajaran (5) Model pembelajaran.
Pendekatan
Pembelajaran
Pendekatan Pembelajaran berasal
dari bahasa Inggris yaitu approach yang memiliki arti ’pendekatan’. Di dalam
dunia pengajaran, approach atau pendekatan dapat diartikan cara memulai
pembelajaran. Menurut pendapat Wahjoedi (1999), pendekatan pembelajaran adalah
cara mengelola kegiatan belajar dan perilaku siswa agar ia dapat aktif
melakukan tugas belajar sehingga dapat memperoleh hasil belajar secara optimal.
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan
sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang
merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih
sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari
metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.
Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua
jenis pendekatan, yaitu: Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau
berpusat pada siswa (student centered approach) dan Pendekatan pembelajaran yang berorientasi
atau berpusat pada guru (teacher centered approach).Fungsi Pendekatan
Pembelajaran adalah sebagai pedoman umum dalam menyusun langkah-Iangkah metode
pengajaran yang akan digunakan.
Macam-macam Pendekatan Pembelajaran:
1.
Pendekatan Umum yaitu pendekatan yang berlaku bagi
semua bidang studi di suatu sekolah. Contoh pendekatan umum yang ditetapkan
kurikulum antara lain:
a)
Pendekatan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif)
b)
Pendekatan
Keterampilan Proses
c)
Pendekatan
Spiral d. Pendekatan Tujuan.
2.
Pendekatan khusus yaitu pendekatan yangberlaku untuk
bidang studi tertentu.Misalnya pendekatan khusus pembelajaran bahasa Indonesia.
Beberapa contoh pendekatan khusus yang pernah digunakan dalam pembelajaran
bahasa misalnya:
a)
pendekatan komunikatif
b)
pendekatan
struktural
c)
pendekatan Iisan
d)
pendekatan langsung
e)
pendekatan tak langsung
f)
pendekatan alamiah
Strategi
Pembelajaran
Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan
selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Kemp (Wina Senjaya,
2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran
adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar
tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya,
dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa
dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa
strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan
yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.
Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat
dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: Exposition-discovery
learning dan Group-individual learning
(Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008).
Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya,
strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan
strategi pembelajaran deduktif.
Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan
untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu.
Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving
something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something”
(Wina Senjaya (2008).
Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003)
mengemukakan empat unsur strategi yaitu :
- Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
- Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
- Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
- Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.
Metode Pembelajaran
Metode Pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang
digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam
bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode
pembelajaran adalah prosedur, urutan,langkah- langkah, dan cara yang digunakan
guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dapat dikatakan bahwa metode
pembelajaran merupakan jabaran dari pendekatan. Satu pendekatan dapat
dijabarkan ke dalam berbagai metode pembelajaran. Dapat pula dikatakan bahwa
metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan.
Terdapat
beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan
strategi pembelajaran,diantaranya:
1.
Ceramah
2.
Demonstran
3.
Diskusi
4.
Simulasi
5.
Laboratorium
6.
Pengalaman Lapangan
7.
Brainstorming
8.
Debat
9.
Simposium
Teknik
Pembelajaran
Teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang
dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.
Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif
banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda
dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas.
Sementara taktik pembelajaran
merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran
tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama
menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik
yang digunakannya.
Model
Pembelajaran.
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik
dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh
maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran.Pada dasarnya
model pembelajaran merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal
sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru.
Model Pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu
pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas.
Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari
penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Kendati demikian,
seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan
strategi pembelajaran.
Unsur-Unsur Model Pembelajaran Joyce dan Weil (1986:
14-15) mengemukakan bahwa setiap model belajar mengajar atau model pembelajaran
harus memiliki 4 unsur Yaitu :
1.
Sintak (syntax)
2.
Sistem sosial (the social system)
3.
Prinsip reaksi (principles of reaction)
4.
Sistem pendukung (support system).
Fungsi model pembelajaran adalah sebagai pedoman
perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. Karena itu, pemilihan model sangat
dipengaruhi oleh sifat dari materi yang akan dibelajarkan, tujuan (kompetensi)
yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut, serta tingkat kemampuan peserta
didik.
Macam Model Pembelajaran Menurut Karli dan
Yuliariatiningsih (2002) adalah:
1.
Pembelajaran Kontekstual
(Contextual Teaching Learning)
Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching Learning)
merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi
pembelajaran dengan dunia kehidupan nyata, sehingga peserta didik mampu
menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan
sehari-hari. Dalam pembelajaran kontekstual, tugas guru adalah memberikan
kemudahan belajar kepada peserta didik, dengan menyediakan berbagai sarana dan
sumber belajar yang memadai. Guru bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran
yang berupa hapalan, tetapi mengatur lingkungan dan strategi pembelajaran yang
memungkinkan peserta didik belajar. Dengan mengutip pemikiran Zahorik, E.
Mulyasa (2003) mengemukakan lima elemen yang harus diperhatikan dalam
pembelajaran kontekstual, yaitu : Pembelajaran harus memperhatikan pengetahuan
yang sudah dimiliki oleh peserta didik. Pembelajaran dimulai dari keseluruhan
(global) menuju bagian-bagiannya secara khusus (dari umum ke khusus).
Pembelajaran harus ditekankan pada pemahaman, dengan cara menyusun konsep sementara,melakukan
sharing untuk memperoleh masukan dan tanggapan dari orang lain dan merevisi dan
mengembangkan konsep.
2.
Bermain Peran (Role Playing)
Bermain peran merupakan salah satu model pembelajaran
yang diarahkan pada upaya pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan
hubungan antarmanusia (interpersonal relationship), terutama yang menyangkut
kehidupan peserta didik. Pengalaman belajar yang diperoleh dari metode ini
meliputi, kemampuan kerjasama, komunikatif, dan menginterprestasikan suatu
kejadian. Melalui bermain peran, peserta didik mencoba mengeksplorasi
hubungan-hubungan antarmanusia dengan cara memperagakan dan mendiskusikannya,
sehingga secara bersama-sama para peserta didik dapat mengeksplorasi
parasaan-perasaan, sikap-sikap, nilai-nilai, dan berbagai strategi pemecahan
masalah. Dengan mengutip dari Shaftel dan Shaftel, E. Mulyasa (2003)
mengemukakan tahapan pembelajaran bermain peran meliputi : menghangatkan
suasana dan memotivasi peserta didik,memilih peran,menyusun tahap-tahap
peran,menyiapkan pengamat, menyiapkan pengamat, tahap pemeranan dan diskusi.
3.
Pembelajaran
Partisipatif (Participative Teaching and Learning)
Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and
Learning) merupakan model pembelajaran dengan melibatkan peserta didik secara
aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Dengan
meminjam pemikiran Knowles, (E.Mulyasa,2003) menyebutkan indikator pembelajaran
partsipatif, yaitu adanya keterlibatan emosional dan mental peserta didik,adanya
kesediaan peserta didik untuk memberikan kontribusi dalam pencapaian tujuan,dalam
kegiatan belajar terdapat hal yang menguntungkan peserta didik.
Pengembangan pembelajaran partisipatif dilakukan
dengan prosedur berikut:
v Menciptakan
suasana yang mendorong peserta didik siap belajar.
v Membantu
peserta didik menyusun kelompok, agar siap belajar dan membelajarkan.
v Membantu
peserta didik menyusun tujuan belajar.
v Membantu
peserta didik merancang pola-pola pengalaman belajar.
v Membantu
peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap proses dan hasil belajar.
4.
Belajar Tuntas (Mastery Learning)
Belajar tuntas berasumsi bahwa di dalam kondisi yang
tepat semua peserta didik mampu belajar dengan baik, dan memperoleh hasil yang
maksimal terhadap seluruh materi yang dipelajari. Agar semua peserta didik
memperoleh hasil belajar secara maksimal, pembelajaran harus dilaksanakan dengan
sistematis. Kesistematisan akan tercermin dari strategi pembelajaran yang
dilaksanakan, terutama dalam mengorganisir tujuan dan bahan belajar,
melaksanakan evaluasi dan memberikan bimbingan terhadap peserta didik yang
gagal mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Tujuan pembelajaran harus diorganisir secara spesifik
untuk memudahkan pengecekan hasil belajar, bahan perlu dijabarkan menjadi
satuan-satuan belajar tertentu,dan penguasaan bahan yang lengkap untuk semua
tujuan setiap satuan belajar dituntut dari para peserta didik sebelum proses
belajar melangkah pada tahap berikutnya.
Evaluasi yang dilaksanakan setelah para peserta didik
menyelesaikan suatu kegiatan belajar tertentu merupakan dasar untuk memperoleh
balikan (feedback). Tujuan utama evaluasi adalah memperoleh informasi tentang
pencapaian tujuan dan penguasaan bahan oleh peserta didik. Hasil evaluasi
digunakan untuk menentukan dimana dan dalam hal apa para peserta didik perlu
memperoleh bimbingan dalam mencapai tujuan, sehinga seluruh peserta didik dapat
mencapai tujuan ,dan menguasai bahan belajar secara maksimal (belajar tuntas).
5.
Pembelajaran dengan Modul (Modular
Instruction)
Modul adalah suatu proses pembelajaran mengenai suatu
satuan bahasan tertentu yang disusun secara sistematis, operasional dan terarah
untuk digunakan oleh peserta didik, disertai dengan pedoman penggunaannya untuk
para guru. Pembelajaran dengan sistem modul memiliki karakteristik sebagai
berikut: Setiap modul harus memberikan informasi dan petunjuk pelaksanaan yang
jelas tentang apa yang harus dilakukan oleh peserta didik, bagaimana melakukan,
dan sumber belajar apa yang harus digunakan. Modul merupakan pembelajaran
individual, sehingga mengupayakan untuk melibatkan sebanyak mungkin
karakteristik peserta didik.
Dalam setiap modul harus memungkinkan peserta didik
mengalami kemajuan belajar sesuai dengan kemampuannya, memungkinkan peserta
didik mengukur kemajuan belajar yang telah diperoleh dan memfokuskan peserta didik pada tujuan
pembelajaran yang spesifik dan dapat diukur. Setiap modul memiliki mekanisme
untuk mengukur pencapaian tujuan belajar peserta didik, terutama untuk
memberikan umpan balik bagi peserta didik dalam mencapai ketuntasan belajar.
Pada umumnya pembelajaran dengan sistem modul akan
melibatkan beberapa komponen, diantaranya :
1)
lembar kegiatan peserta didik
2)
lembar kerja
3)
kunci lembar kerja
4)
lembar soal
5)
lembar jawaban
6)
kunci jawaban
6.
Pembelajaran Inkuiri
Pembelajaran inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran
yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan
menyelidiki sesuatu (benda, manusia atau peristiwa) secara sistematis, kritis,
logis, analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan
penuh percaya diri.
Joyce (Gulo, 2005) mengemukakan kondisi-kondisi umum
yang merupakan syarat bagi timbulnya kegiatan inkuiri bagi siswa, yaitu :
1)
aspek sosial di dalam kelas dan suasana bebas-terbuka
dan permisif yang mengundang siswa berdiskusi
2)
berfokus pada
hipotesis yang perlu diuji kebenarannya
3)
penggunaan fakta sebagai evidensi dan di dalam proses
pembelajaran dibicarakan validitas dan reliabilitas tentang fakta, sebagaimana
lazimnya dalam pengujian hipotesis.
C.
Klasifikasi
Strategi Pembelajaran
1. Model Pembelajaran Langsung
Model pembelajaran yang
menggunakan pendekatan mengajar yang dapat membantu siswa mempelajari
keterampilan dasar dan memperoleh pengetahuan langkah demi langkah adalah model
pengajaran langsung (direct intruction). Menurut Arends (2001):”A
teaching model that is aimed at helping student learn basic skills and
knowledge that can be taught in a step-by-step fashion. For our purposes here,
the model is labeled the direct instruction model”. Artinya: “Sebuah model
pengajaran yang bertujuan untuk membantu siswa mempelajari keterampilan dasar
dan pengetahuan yang dapat diajarkan langkah-demi-langkah. Untuk tujuan
tersebut, model yang digunakan dinamakan model pengajaran langsung.
Model pengajaran langsung (direct
instruction) dilandasi oleh teori belajar perilaku yang berpandangan bahwa
belajar bergantung pada pengalaman termasuk pemberian umpan balik. Satu
penerapan teori perilaku dalam belajar adalah pemberian penguatan. Umpan balik
kepada siswa dalam pembelajaran merupakan penguatan yang merupakan penerapan
teori perilaku tersebut.
Arends (1997) menyatakan: “The
direct instruction model was specifically designed to promote student learning
of procedural knowledge and declarative knowledge that is well structured and
can be taught in a step-by-step fashion”. Artinya: Model pengajaran langsung secara khusus dirancang untuk mempromosikan
belajar siswa dengan pengetahuan prosedural
dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat diajarkan
secara langkah-demi-langkah. Lebih lanjut Arends (2001) menyatakan: ”Direct
instruction is a teacher-centered model that has five steps: establishing set,
explanation and/or demonstration, guided practice, feedback, and extended
practice a direct instruction lesson requires careful orchestration by the teacher
and a learning environment that businesslike and task-oriented”. Artinya:
Pengajaran langsung adalah model berpusat pada guru yang
memiliki lima langkah: menetapkan tujuan, penjelasan dan/atau demonstrasi,
panduan praktek, umpan balik, dan perluasan praktek. Pelajaran dalam pengajaran
langsung memerlukan perencanaan yang hati-hati oleh guru dan lingkungan
belajar yang menyenangkan dan
berorientasi tugas.
Model pengajaran langsung
memberikan kesempatan siswa belajar dengan mengamati secara selektif, mengingat
dan menirukan apa yang dimodelkan gurunya. Oleh karena itu hal penting yang
harus diperhatikan dalam menerapkan model pengajaran langsung adalah menghindari
menyampaikan pengetahuan yang terlalu kompleks. Di samping itu, model
pengajaran langsung mengutamakan pendekatan deklaratif dengan titik berat pada
proses belajar konsep dan keterampilan motorik, sehingga menciptakan suasana
pembelajaran yang lebih terstruktur.
Guru yang menggunakan model
pengajaran langsung tersebut bertanggung jawab dalam mengidentifikasi tujuan
pembelajaran, struktur materi, dan keterampilan dasar yang akan
diajarkan. Kemudian menyampaikan pengetahuan kepada siswa, memberikan pemodelan/demonstrasi,
memberikan kesempatan pada siswa untuk berlatih menerapkan konsep/keterampilan
yang telah dipelajari, dan memberikan umpan balik.
Ciri-ciri Strategi Pembelajaran Langsung
Model Pembelajaran Langsung (DI)
adalah pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara
verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat
menguasai materi pelajaran secara optimal. Siswa tidak dituntut untuk menemukan materi itu. Materi pelajaran
seakan-akan sudah jadi. Wina Sanjaya (2008: 179), menyebut model ini sebagai
model Ekspositori, yang sering juga disebut dengan “chalk and talk”.
Model ini merupakan bentuk dari pendekatan
pembelajaran yang berorientasi kepada guru (teacher centered approach). Dikatakan demikian, sebab dalam model ini guru memegang peran penting yang
sangat dominan. Melalui model ini guru menyampaikan materi pembelajaran secara
terstruktur dengan harapan materi pelajaran yang disampaikan itu dapat dikuasai siswa dengan baik. Fokus utama model
ini adalah kemampuan akademik siswa.
Model ini bertumpu pada prinsip-prinsip psikologi perilaku dan teori belajar sosial,
khususnya tentang pemodelan (modelling), yang telah dikembangkan oleh Albert
Bandura. Menurut Bandura, belajar yang dialami manusia sebagian besar diperoleh
dari suatu pemodelan, yaitu meniru perilaku dan pengalaman (keberhasilan dan
kegagalan) orang lain.
Terdapat beberapa ciri /
karakteristik Pembelajaran Langsung Yaitu :
1.
Dilakukan dengan
cara menyampaikan materi pelajaran secara verbal, artinya bertutur secara lisan
merupakan alat utama dalam melakukan strategi ini, oleh karena itu sering
diidentikkan dengan ceramah
2.
Biasanya materi pelajaran yang disampaikan adalah materi pelajaran yang
sudah jadi, seperti data atau fakta, konsep-konsep tertentu yang harus dihafal
sehingga tidak menuntut siswa untuk berfikir ulang. Ada yang menyebut dengan
istilah pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif
3.
Tujuan utama
pembelajaran adalah penguasaan materi pelajaran itu sendiri.Artinya,setelah
proses pembelajaran berakhir siswa diharapkan dapat memahaminya dengan benar
dengan cara dapat mengungkapkan kembali materi yang telah diuraikan.
Langkah-langkah Strategi Pembelajaran Langsung
1.
Rumuskan tujuan
yang ingin dicapai..Tujuan yang ingin dicapai sebaiknya dirumuskan dalam bentuk
perubahan tingkah laku yang spesifik yang berorientasi kepada hasil belajar.
2.
Kuasai materi pelajaran dengan baik. Penguasaan materi yang sempurna, akan
membuat kepercayaan diri guru meningkat, sehingga guru akan muda mengelola
kelas; ia akan bebas bergerak; berani menatap siswa; tidak takut dengan
perilaku-perilaku siswa yang dapat mengganggu jalannya proses pembelajaran.
3.
Kenali medan
dan berbagai hal yang dapat memengaruhi proses penyampaian. Pengenalan medan
yang baik memungkinkan guru dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan yang
dapat mengganggu proses penyajian materi pelajaran.
2. Strategi Pembelajaran Tak Langsung
Metode
inquiry merupakan metode pembelajaran yang berupaya menanamkan dasar-dasar berfikir
ilmiah pada diri siswa, sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih
banyak belajar sendiri, mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah.
Siswa benar-benar ditempatkan sebagai subjek yang belajar. Peranan guru dalam
pembelajaran dengan metode inquiry adalah sebagai pembimbing dan fasilitator.
Tugas guru adalah memilih masalah yang perlu disampaikan kepada kelas untuk
dipecahkan.
Metode
Inquiry memiliki 5 komponen yang umum yaitu Question, Student
Engangement,Cooperative Interaction,Performance Evaluation,dan Variety of
Resources (Garton, 2005).
Question biasanya
dimulai dengan sebuah pertanyaan pembuka yang memancing rasa ingin tahu siswa
dan atau kekaguman siswa akan suatu fenomena.Siswa diberi kesempatan untuk
bertanya,yang dimaksudkan sebagai pengarah ke pertanyaan inti yang akan
dipecahkan oleh siswa. Selanjutnya, guru menyampaikan pertanyaan inti atau
masalah inti yang harus dipecahkan oleh siswa. Untuk menjawab pertanyaan
ini,sesuai dengan Taxonomy Bloom siswa dituntut untuk melakukan beberapa
langkah seperti evaluasi, sintesis, dan analisis.
Student
Engangement,dalam metode inquiry keterlibatan aktif siswa merupakan suatu
keharusan sedangkan peran guru adalah sebagai fasilitator. Siswa bukan secara
pasif menuliskan jawaban pertanyaan pada kolom isian atau menjawab soal-soal
pada akhir bab sebuah buku, melainkan dituntut terlibat dalam menciptakan
sebuah produk yang menunjukkan pemahaman siswa terhadap konsep yang dipelajari
atau dalam melakukan sebuah investigasi.
Cooperative Interaction.Siswa
diminta untuk berkomunikasi, bekerja berpasangan atau dalam kelompok, dan
mendiskusikan berbagai gagasan. Dalam hal ini, siswa bukan sedang berkompetisi.
Performance
Evaluation.Dalam menjawab permasalahan, biasanya siswa diminta untuk membuat
sebuah produk yang dapat menggambarkan pengetahuannya mengenai permasalahan
yang sedang dipecahkan. Bentuk produk ini dapat berupa slide presentasi,
grafik, poster, karangan, dan lain-lain.
Variety of
Resources.Siswa dapat menggunakan bermacam-macam sumber belajar, misalnya buku
teks, website, televisi, video, poster, wawancara dengan para ahli.
Langkah-langkah
pelaksanaan metode inquiry Yaitu :
1.
Orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau
iklim pembelajaran yang responsive. Pada langkah ini guru mengkondisikan agar
siswa siap melaksanakan proses pembelajaran.Beberapa hal yang dapat dilakukan
dalam tahapan orientasi ini adalah menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar
yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa,menjelaskan pokok kegiatan yang harus
dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan. Pada tahap ini dijelaskan
langkah-langkah inquiri serta tujuan setiap langkah, mulai dari langkah
merumuskan masalah sampai dengan merumuskan kesimpulan,menjelaskan pentingnya topik dan
kegiatan belajar.
2.
Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa
pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Beberapa hal yang harus
diperhatikan dalam merumuskan masalah yaitu
masalah hendaknya dirumuskan sendiri oleh siswa,
masalah yang dikaji adalah masalah yang mengandung teka-teki yang jawabannya pasti,dan konsep-konsep dalam masalah adalah konsep-konsep yang sudah diketahui terlebih dahulu oleh siswa.
masalah hendaknya dirumuskan sendiri oleh siswa,
masalah yang dikaji adalah masalah yang mengandung teka-teki yang jawabannya pasti,dan konsep-konsep dalam masalah adalah konsep-konsep yang sudah diketahui terlebih dahulu oleh siswa.
3.
Merumuskan hipotesis adalah jawaban sementara dari
suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis
perlu diuji kebenaranya.
4.
Mengumpulkan
data adalah aktifitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji
hipotesis yang diajukan. Dalam strategi pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data
merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual.
5.
Menguji
hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan
data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Yang
terpenting dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas
jawaban yang diberikan.
6.
Merumuskan kesimpulan adalah poses mendeskrisikan
temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.
3. Strategi Pembelajaran Interaktif
Pembelajaran, Menurut Usman ( 2000 : 4 ) “ … proses pembelajaran merupakan suatu
proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan
timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan
tertentu” Proses pembelajaran merupakan interaksi semua komponen atau unsur
yang terdapat dalam pembelajaran yang satu sama lain saling berhubungan dalam
sebuah rangkaian untuk mencapai tujuan.
Macam-macam Metode Pembelajaran :
a)
Metode Ceramah adalah metode yang boleh dikatakan
metode tradisonala.Kelebihan Metode Ceramah yaitu Guru mudah menguasai kelas,mudah
dilaksanakan,dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar, Guru mudah
menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar.Sedangkan Kekurangan Metode Ceramah
yaitu Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata),anak didik
yang lebih tanggap dari sisi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih
tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya,bila terlalu lama membosankan.
b)
Metode Diskusi adalah memberikan altematif jawaban
untuk membantu memecahkan berbagai problem kehidupan. Dengan catatan persoalan
yang akan didiskusikan harus dikuasai secara mendalam.Kelebihan Metode Diskusi
yaitu Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai
jalan dan bukan satu jalan (satu jawaban saja),Membiasakan anak didik untuk
mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya sendiri
dan membiasakan bersikap toleran.Sedangkan Kekurangan Metode Diskusi Yaitu
Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar,Peserta diskusi mendapat informasi
yang terbatas,Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara,dan Biasanya
orang menghendaki pendekatan yang lebih Formal.
c)
Metode latihan (driil) disebut juga metode training,
yaitu suatu cara mengajar untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan
tertentu.kelebihan Metode Latihan yaitu Dapat untuk memperoleh kecakapan
motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan
alat-alat,dan dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan
pelaksanaan.sedangkan Kekurangan Metode Latihan yaitu Menghambat bakat dan inisiatif
anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan
diarahkan kepada jauh dan pengertian,dan menimbulkan penyesuaian secara statis
kepada lingkungan.
4. Strategi Pembelajaran Pengalaman
Pembelajaran pengalaman ialah teori
pembelajaran yang berasaskan tentang peranan pengalaman dalam proses
pembelajaran, kepentingan penglibatan aktif pelajar dalam proses pembelajaran
dan kecerdasan sebagai kesan interaksi antara pelajar dengan persekitaran.
Pengalaman merupakan satu bentuk
pembelajaran yang membolehkan manusia membuat pelbagai penemuan yang menyumbang
kepada pembangunan manusia.Namun dalam sistem pendidikan formal, pengetahuan
lebih tersusun, pengalaman kurang mendapat pengiktirafan sebagai satu bentuk
pembelajaran.
Beberapa pandangan telah diberikan
oleh pengkaji-pengkaji pembelajaran pengalaman tentang kelebihan bentuk
pembelajaran ini. Antaranya ialah penekanan kepada nilai, perasaan dan emosi
yang dapat memperkayakan pembelajaran.
5.
Strategi Pembelajaran Mandiri
Pembelajaran
mandiri adalah suatu proses belajar yang mengajak siswa melakukan tindakan
mandiri yang melibatkan terkadang satu orang, biasanya satu kelompok. Tindakan
mandiri ini dirancang untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kehidupan
sehari-hari secara sedemikian rupa untuk mencapai tujuan yang bermakna.
Beberapa
model pembelajaran mandiri yaitu :
1)
Model Savi
Dave Meier
menyajikan suatu sistem lengkap untuk melibatkan kelima indera dan emosi dalam
proses belajar yang dikenal dengan model SAVI, yaitu :
v Somatis e belajar
dengan bergerak dan berbuat
v Auditori e belajar
dengan berbicara dan mendengar
v Visual e belajar
dengan mengamati dan menggambarkan
v Intelektual e
belajar dengan memecahkan masalah dan menerangkan
2)
Model Master
Rose dan
Nicholl memperkenalkan satu model belajar yang dikenalkan dengan M-A-S-T-E-R,
yaitu :
v Mind e mendapatkan
keadaan pikiran yang benar
v Acquire e memperoleh
informasi yang terdiri dari gagasan inti
v Search
Out e mencari makna melalui pembimbing mereka
v Trigger e memicu
memori
v Exhibit e memamerkan
apa yang diketahui
v Reflect e merefleksikan
cara belajar
D.
Komponen
Strategi Pembelajaran
1. Tujuan
Tujuan merupakan
komponen yang sangat penting dalam sistem pembelajaran. Oleh karenanya,tujuan
merupakan komponen yang pertama dan utama.
Tujuan dalam pendidikan dan pengajaran adalah suatu cita-cita yang bernilai normatif.
Tujuan dalam pendidikan dan pengajaran adalah suatu cita-cita yang bernilai normatif.
Menurut
Ny.Dr.Roestiyah,N.K (1989:44) mengatakan bahwa suatu tujuan pengajaran adalah
deskripsi tentang penampilan perilaku (performance) murid-murid yang kita
harapkan setelah mereka mempelajari bahan pelajaran yang kita ajarkan.
2. Bahan Pelajaran
Bahan pelajaran adalah
komponen kedua dalam sistem pembelajaran. Dalam konteks tertentu, bahan
pelajaran merupakan inti dalam proses pembelajaran. Artinya, sering terjadi
proses pembelajaran diartikan sebagai proses penyampaian materi.
Menurut (Kemp, 1977),
bahan pelajaran umumnya merupakan gabungan antara jenis materi yang berbentuk
pengetahuan (fakta dan informasi yang terperinci), keterampilan (langkah-langkah,
prosedur, keadaan, dan syarat-syarat tertentu), dan sikap (berisi pendapat,
ide, saran, atau tanggapan).
3. Kegiatan Belajar Mengajar
Kegiatan belajar
mengajar adalah inti kegiatan dalam pendidikan. Segala sesuatu yang telah
diprogramkan akan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar. Dalam kegiatan
belajar mengajar akan melibatkan semua komponen pengajaran, kegiatan belajar
akan menentukan sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai.
4. Metode
Metode adalah cara yang
digunakan oleh pengajar dalam menyampaikan pesan pembelajaran kepada peserta
didik dalam mencapai tujuan pembelajaran dan komponen yang juga mempunyai
fungsi yang sangat menentukan.
Menurut Prof.Dr. Winarno
Surakhmad, M.Sc. Ed, mengemukakan lima macam faktor yang mempengaruhi metode mengajar
adalah sebagai berikut :
a.
Tujuan yang berbagai-bagai jenis dan
fungsinya
b.
Anak didik yang berbagai-bagai tingkat
kematangannya
c.
Situasi yang berbagai-bagai keadaannya
d.
Fasilitas yang berbagai-bagai kualitas dan
kuantitasnya
e.
Pribadi guru serta kemampuan
profesionalnya yang berbeda-beda
5. Alat
Alat adalah segala
sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pengajaran.
Alat dapat dibagi
menjadi dua macam, yaitu alat dan alat bantu pengajaran. Yang dimaksud dengan
alat adalah berupa suruhan, perintah, larangan, dll. Sedangkan alat bantu
pengajaran adalah berupa globe, papan tulis, batu tulis, batu kapur, gambar,
diagram, slide, video dan sebagainya.
6. Sumber pelajaran
Belajar mengajar, telah
diketahui, bukanlah berproses dalam kehampaan, tetapi berproses dalam
kemaknaan, didalamnya ada sejumlah nilai yang disampaikan kepada anak didik.
Jadi menurut (Drs. Udin
Sari Winataputra, M.A dan Drs Rustana Adiwinata, 1991 : 165) yang dimaksud
dengan sumber bahan belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan
sebagai tempat dimana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk belajar
seseorang. Dengan demikian, sumber belajar itu merupakan bahan / materi untuk
menambah ilmu pengetahuan yang mengandung hal-hal baru bagi sipelajar. Sebab
pada hakikatnya belajar adalah untuk mendapatkan hal-hal baru (perubahan).
7. Evaluasi
Evaluasi merupakan
komponen terakhir dalam sistem proses pembelajaran. Evaluasi bukan saja
berfungsi untuk melihat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, tetapi
juga berfungsi sebagai umpan balik bagi guru atas kinerjanya dalam pengelolaan
pembelajaran.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Strategi
pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk
penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam
pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu.
Jadi,Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dengan tujuan
proses pembelajaran yang berlangsung di kelas dapat mencapai tujuan (goals)
secara efektif dan efisien.
Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah:
(1) Pendekatan pembelajaran (2) Strategi pembelajaran (3) Metode pembelajaran
(4) Teknik pembelajaran (5) Model pembelajaran.
Klasifikasi strategi pembelajaran yaitu strategi
pembelajaran langsung,tidak langsung,interaktif,pengalaman dan
mandiri.Sedangkan komponen strategi pembelajaran yaitu tujuan,bahan
pelajaran,kegiatan belajar mengajar,metode,alat,sumber pelajaran dan evaluasi.
DAFTAR PUSTAKA
W,Gulo.2002.Strategi Belajar
Mengajar.Jakarta: Grasindo.
Sagala,Syaiful.2006.Konsep dan Makna Pembelajaran.Bandung: CV
Alfabeta.
Usman,Uzer.2000.
Menjadi Guru Profesional.Bandung:
Remaja Rosda karya.
Sudjana,Nana
Ibrahim.1989.Penelitian dan Penelitian
Pendidikan.Bandung: Sinar Baru.
Syaiful Bahri Djamarah. 2006.Strategi
Belajar Mengajar. Jakarta : Penerbit
Rineka Cipta.
Langganan:
Postingan (Atom)